Skip to main content

Posts

my hope

Menuju Usia 25 Dua bulan sebelum usiaku bertemu angka 25 Aku memiliki suatu harapan diantara sekian banyak harapanku yang lainnya Harapan yang aku sebut sebagai harapan terbatas waktu Dalam rentang waktu limapuluh tujuh hari ini… Aku berharap untuk dipertemukan dengan seseorang Siapapun itu, siapapun dia Orang yang baru ku kenal atau yang sudah lama mengenalku Ia yang bisa aku percaya dan membuatku nyaman Yang bersedia mendengarkan segala ceritaku Yang mau mendengarkan tanpa memberikan penilaian baik-buruk ataupun benar-salah Yang mau mendengarkan dan memahamiku Yang mau memberikan pengertiannya terhadap apapun yang kuceritakan nanti Yang mau meluangkan waktunya dan pikirannya untuk aku percayakan ceritaku padanya Yang mau memberikan ruang kosong untuk menyimpan segala ceritaku Yang mengakui keberadaanku ketika aku meluapkan segala rasa suka, sedih, harapan dan impianku Yang tidak mengharap lebih ketika aku menyatakan beberapa mauku tersebut Aku han...
Untuk sebuah kehilangan rasanya masih sama, Hancur (Undefined  feeling) In the end, the only person you can trust is just yourself. Just yourself.
Mungkin inilah titik dimana Tuhan memberikan kesempatan kepadaku untuk belajar mengikhlaskan (sekali lagi), terasa sakit dan sangat sulit memang tetapi bukankah ikhlas adalah sebuah proses yang panjang? Yang perlu kita ingat bahwa kita sebagai manusia-lah yang terbatas, Tuhan tiada batas dengan segala cara-Nya yang tidak bisa dilogika.
Setiap kali aku mengunjungi kota itu, aku jatuh ke dalam kenangan yang kita ciptakan. Aku rindu, aku rindu setiap kali menelusuri sudut-sudut kotamu. Ya, aku rindu. Tahukah kamu? Hujan, Aku titip rindu buat dia-ku ya,  dia yang menemaniku kehujanan.
Setiap jeda yang kau cipta melukis tanya yang sama, Bukankah kita pernah menghabiskan waktu bersama? Lalu apakah arti jeda ini? Mungkinkah sebuah pertanda saat itu telah tiba atau agar rindu diantara kita tercipta?
Kamu bilang apapun yang kau tuliskan adalah ungkapan kebahagiaan darimu untukku, kemudian kamu bertanya "Mengapa tulisanmu seringkali berisikan kesedihan?". "Karena kebahagiaanku adalah saat bersamamu, sedang ketika aku mulai menulis disini aku hanya seorang diri".