Skip to main content

Episode "Pola Tak Bertepi"





Diam ku ini bukan berarti aku tak tau apa-apa, mungkin aku mengerti akhirnya, setelah kognisiku bergerak melaju menderu ke kutub positif..
Seringkali seperti ini, hingga membentuk pola yang aku sendiri baru menyadarinya, entah berawal dari mana apa dan siapa segore pelajaran hidup ini dimulai..aku, kamu dan dia, KITA
masih teringat, ingat sekali beberapa waktu lalu hal seperti ini pun terjadi dan sekarang (lagi), yang lalu tanpa kejelasan..berhembus bagai angin yang tak berpamitan pada yang merasakan nikmatnya hembusannya.. bahkan berhembus begitu cepat berganti dengan musim semi yang indah...terlupa akan yang berlalu, menikmati aliran musim yang melenakan ini, sampai satu waktu terjadi lagi hal yang sama, bisa dikatakan kita mulai merasakan titik jenuh dari pola "itu" pola yang secara tidak sadar kita ciptakan, bukan bukan aku kamu atau dia yang menciptakan TAPI kita..
dan saat ini tertanggal 30 September 2011, POLA itu akankah kita enyahkan? atau tetap tertinggal berulang lagi suatu saat nanti? 
Sebuah perjalanan ikatan pertemanan bukanlah hal mudah tuk dilalui semudah membalikkan telapak tangan ini, pertemanan yang erat ya persahabatan bukanlah dicari namun DICIPTAKAN akan tumbuh sendiri mengikuti musim kehidupan ini.. aku sadar aku tak berhak memakasakan inginku kepada kalian, kalian bukan robot kalian ada sebagai manusia, aku tak ingin meng-objekkan kalian, kalian sahabatku..walau beribu harap dan ingin pada diri ini, sungguh aku tak berhak memaksakan itu menjadi nyata, aku dan kalian punya kehidupan masing-masing, privasi masing-masing..AKU HARGAI ITU..dan mungkin ini yang sering menjadi ganjalan tak bertepi yang tak pernah muncul ke permukaan atau malah pernah  muncul tetapi tenggelam lagi larut bersama "kebiasan" yang kalian ciptakan, aku menelusuri musim ini, menikmati setiap sisi kehidupanku ini, dalam tangis dan tawa, canda dan duka hingga "POLA" itu terjadi lagi dalam ikatan persahabatan ini, tak pernah terjamahkan oleh akal sadarku ketika pola itu (dulu) tak berujung, hingga akhirnya aku menyadari hal itu waktu dekat ini, maaf aku terlalu terlenakan oleh kesibukanku akhir-akhir ini, diamku lagi-lagi bukan karena aku tak "peka" tak mengerti keadaan, diamku hanyalah berusaha menerima, melihat kalian senang akupun bahagia, walau tanpa aku.. sekali aku tak berhak memakasa kalian menjadi seperti yang aku pinta, sungguh aku tak berhak ketika kalian menemukan kenyamanan lebih di tempat lain ,biasa menciptakan kebahagiaan yang bermanfaat menghibur dan siap mendengarkan kalian dengan waktu yang berlebih, aku siap menerima itu, karena sahabat bukan sebatas kebersamaan.. tapi yang aku rasakan di atmosfir lingkunganku, sahabat ya sering bareng-bareng..sungguh aku senang bersama kalian, bercanda, menceritakan keluh kesah, saling membantu dan belajar bersama memaknai hidup, aku bersyukur dipertemukan dengan kalian.. kalian dengan segudang potensi yang luar biasa sebagai TEMAN, sekali lagi aku dengan segala uneg-uneg dan pikiran negatif yang pernah hinggap di pikiranku dengan segala keegoanku tak ingin "memaksa" kalian menjadi seperti yang aku minta..biarlah berjalan mengalir mengikuti musim kehidupan yang telah di rancang oleh skenario hidup kita ALLAH SWT.
Alhamdulillah banyak pelajaran dari "POLA TAK BERTEPI" ini, aku rindu kalian, aku juga ingin bersama kalian tetapi itu bukan berarti harus selalu bersama di tiap kesempatan, aku tak menjauh dan aku tak menghindari kalian, aku hanya sedang  berproses memahami dan menerima selaksa musim pada pertemanan kita ini..berusaha memahami, mengerti dan menerima itulah arti TEMAN yang sesungguhnya..
Persahabatan terkadang manis sekali dan terkadang pahit sekali, kalo jendral Sudirman bilang " jangan terlalu cepat menelan manis dan jangan terlalu cepat menelan yang pahit". Ini adalah sebuah pembelajaran penting dalam selaksa kehidupan kita.
_episode "POLA TAK BERTEPI" akankah kutemukan tepi dari episode ini?

Comments

Popular posts from this blog

Kopi, Lukisan dan Kenangan (Wira Nagara)

Lihat... Tepat setelah lampu-lampu dipadamkan Kau menyala sebagai satu-satunya yang ku rindukan Disini, Di tempat yang paling kau hindari Aku pernah berdiri Menggores kata menulis warna Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang Retak berserakan.. Tanpa kediaman Terkoyak sepi, melayang di antara pekat aroma kopi Dengar.. Tepat setelah jejak-jejak di langkahkan kau menyapa sebagai satu-satunya yang ku nantikan Disini, di peluk yang pernah kau nikmati Aku masih sendiri Mencari kehilangan, menemui perpisahan Pada letupan kenang yang memuat kekosongan Aku membicarakan senyummu di keindahan yang telah hilang Hancur berkeping, tersapu kesunyian, terinjak lara terlarut dalam pahit di seduh air mata Tunggu.. Santailah sejenak Karna tepat setelah meja-meja di tinggalkan Kedai ini menyesak sebagai satu-satunya keterangan Satu kisah yang pernah kita upayakan Beribu rencana yang pernah kita perjuangan, lenyap kau memutuskan b...

(Day 25) A Day without my self

Pernah suatu kali aku membutuhkan waktu untuk menyusun kembali vas bunga yang kurusak dengan tanganku sendiri, karena kesalahanku Tidak sebentar untuk merekatkan tiap sisi sudut pecahan-pecahannya agar vas milikku bisa tegak berdiri seperti sedia kala, kemudian bisa bermanfaat untuk sekitarnya. Aku menyadari bahwa vas ini tidak akan sekuat sebelumnya, tidak akan sama Namun aku telah berusaha membuatnya "seolah" kembali menjadi vas yang utuh, vas yang kuat dan tampak cantik ketika dijadikan pajangan. Sekian waktu, dan aku pun memecahkan kembali vas yang sebenarnya sangat rapuh itu, namun tampak kuat dari luarannya. Vas itu membentuk kepingan baru yang lebih kompleks Dengan kesalahanku yang sama dengan sebelumnya, kurusak vas itu lagi. Pabo ya, hanya orang yang sangat bodoh yang jatuh ke dalam lubang yang sama berkali-kali. And I did it again. Lalu bagaimana kelanjutan nasib vas itu, apakah dia memberiku waktu untuk kususun kembali? Apakah dia mau untuk kurangka...

28

Tanggal 28 tahun lalu... Aku sangat bahagia, berlebih malah Dikelilingi orang-orang yang teramat sayang dan peduli denganku.  Ada mas yang walau jauh tetap bisa buatku bahagia dengan caramu, terima kasih sayang... Ditambah teman-teman yang memberi kejutan di luar ekspektasi ku terhadap pertemanan disini.. Saking bahagianya hingga Allah peringatkan dengan satu hal yang mengubah hidupku.. Aku tak kunjung kedatangan tamu itu.. Deg. Tahun ini sungguh berat aku lalui, di hari kelahiran ku tak seperti tahun lalu, tak apa aku banyak berintrospeksi hari ini, lebih banyak tangis di sepanjang momen..untungnya pake masker jadi aman tidak ada yang menyadarinya.. Melalui tahun ini sendiri bukan hal yang mudah bagiku.. berat sekali. Dua hal yang berarti bagiku kini tidak lagi bersamaku.. Dua hal yang ku dapatkan dari sebuah kesalahan.. Dan akhirnya menjadi sesuatu yang sangat membekas dalam hidupku.. Kau... dan dia yang tidak pernah kita harapkan.. Akan selalu menjadi pelajaran dalam hidupku.. S...