Skip to main content

Aku memilih pergi

Aku memutuskan untuk pergi darimu..

Untuk kebaikanmu

Untukku, untuk kalian...

Aku rasa sudah cukup..kau bisa memulai hidupmu lagi dengan damai

Bahagiakanlah ia..

Dan jadikanlah ia satu-satunya

Jangan pernah kau sakiti lagi.

Tolong untuk tidak berpikir bahwa aku pergi karena ada seseorang..ya mungkin nanti tapi bukan untuk itu aku pergi menjauh darimu sekarang..aku merasa sudah cukup dengan semua ini.. mungkin kau tau bagaimana dalamnya rasaku kepadamu selama ini bahkan hingga detik ini aku menuliskan semuanya disini.

Terima kasih dan maaf atas segala sesuatu yang terjadi diantara kita..yang aku lakukan padamu, pada keluarga kecilmu.

Mungkin kau sudah bosan dengan kalimat perpisahan dari ku yang berulang kali ini..

Kau pun tau aku selalu kembali padamu dan tidak bisa mengabaikan mu..untuk itulah semua aksesmu padaku, aku tutup.

Karena sekali lagi, aku tak bisa mengabaikan mu


Terima kasih telah hadir dan bersabar membersamaiku meski beberapa hal  memicu kesakitan dalam diri :)

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah.

Bye, my ksatria.


With love..

Ladisa Canidia-mu

Comments

Popular posts from this blog

Day 8 Mengendalikan Diri

Happy Friday! Ah baru saja mencoba untuk konsisten nyatanya baru jalan beberapa hari sudah mulai menunda-nunda. Sedih? Iya lah, baru hal kecil seperti ini ibaratnya sesederhana menuangkan pikiran ke dalam tulisan saja nggak bisa istiqomah apalagi yang lainnya.*sambil sesenggukan dipojok. Bismillah selalu kembali mengingat motivasi dan niat awal untuk menulis rutin ketika mulai diserang prokastinasi. Kali ini aku mau bahas tentang pengendalian diri, termasuk menunda-nunda sesuatu adalah salah satu ketidakmampuan dalam mengendalikan diri. Ngga usah jauh-jauh aku sendiri masih tahap belajar mengendalikan diri, terutama mengendalikan pikiran dan perasaan agar bisa berimbang. Terlalu dominan perasaan berakibat kurang baik, begitu juga ketika kita terlalu mengedepankan logika tanpa adanya unsur perasaan. Memang harus seimbang, keduanya harus ada untuk saling melengkapi. Bagi perempuan, perasaan seringkali lebih mendominasi dalam pengambilan keputusan, baik yang berkaitan dengan diri sendi...

Nelangsa by Nidji

Bunga tunggal di karang Cantik tidak tergenggam Terpisah takdir dunia Sepertimu Hanya bisa kupandang Tidak dapat kusayang Mengharapkan jawaban Yang telah hilang Datang lagi ke hidupku Saat jauh-dekat Semuanya sama 'Ku selalu mencintaimu Sepertimu Hanya bisa kupandang 'Ku menanti dirimu Kembali ke pelukku Yang telah hilang Datang lagi ke hidupku Saat jauh-dekat Semuanya sama 'Ku selalu mencintaimu Saat jauh-dekat Semuanya sama Kau selalu dalam hatiku Tak ada yang berubah Walau bulan mentari hilang 'Ku tetap mencintaimu Dirimu...

Kopi, Lukisan dan Kenangan (Wira Nagara)

Lihat... Tepat setelah lampu-lampu dipadamkan Kau menyala sebagai satu-satunya yang ku rindukan Disini, Di tempat yang paling kau hindari Aku pernah berdiri Menggores kata menulis warna Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang Retak berserakan.. Tanpa kediaman Terkoyak sepi, melayang di antara pekat aroma kopi Dengar.. Tepat setelah jejak-jejak di langkahkan kau menyapa sebagai satu-satunya yang ku nantikan Disini, di peluk yang pernah kau nikmati Aku masih sendiri Mencari kehilangan, menemui perpisahan Pada letupan kenang yang memuat kekosongan Aku membicarakan senyummu di keindahan yang telah hilang Hancur berkeping, tersapu kesunyian, terinjak lara terlarut dalam pahit di seduh air mata Tunggu.. Santailah sejenak Karna tepat setelah meja-meja di tinggalkan Kedai ini menyesak sebagai satu-satunya keterangan Satu kisah yang pernah kita upayakan Beribu rencana yang pernah kita perjuangan, lenyap kau memutuskan b...