Skip to main content

sore ini (14042012)

sore ini aku belum sempat mengisi si perut dengan sesuap apapun, hehe efek males mau ngapa-ngapain pusing jadi kerjaanya tiduran seharian, acara BEM OUR's pun aku lewatkan ga kuat soalnya naik motor sendirian ke Balekambang #maaf ya teman-teman BEM semua, buat kominfo juga.
Hingga suara perut mulai berdering menuntut haknya, aku memutuskan untuk mengalah kasihan pada cacing2 di perut yang unyu-unyu itu :D, sore ini aku pergi mencari mengembara bersama partner terbaik yang pernah aku temui haha lebay ya like usual lah pergi makaan tapi gejenya nih udah luper super duper masih aja bingung nentuin mau makan dimana #wew dasaar geje :p
si "mega" teruus melaju menerjang jalanan padat dan ternyata akupun baru sadar ini malam MINGGU.hwaa pantesan >_< 
cerahnya sore ini mengantarkan perut laper kita pada sebuah warung sate Ponorogo yap Ponorogo (ngomongin Ponorogo jadi inget Anima Animus) inget masa-masa makan sate agak kecut yang dibawanya dari daerah kelahiran, tapi enaak sih walaupun kecut2 gimana haaha soalnya kelaperan mau ga mau lah buat mempertahankan hiduuup ini. :D
lanjuuut ternyata maish enak sate dari anima euy, ya udaah tak apalah pengganjal perut ini. Oya tadi di jalan ada kecelakaan loh, jalanan Solo malam minggu emang padet sampe minta korban gitu. lagi-lagi dengan geje aku nyemlong bilang itu kenapa orangnya ga ditolongin malah dicuekin aja di jalanan, polisinya juga malah diem aja huhuhu sewoot abis gua, dzzzing langsung deh dtimpali sama si empunya mega ini..hha ya mungkin ada luka di leher jadi ga berani ngangkat, salah-salah malah wasalam orangnya..Ooo bulaat begitu to #pasang muka unyu-unyu baru tau :P
Abis makan sate Ponorogo ceritanya bingung nih mau ngapain, muter ni otak mulai dari amigdala sampe ke korteks2nya haha dan taraa langsung capcus deh ke stasiun #eh ngapain? aku kan ga pengen pulkam >_< hhe iyaa liat kereta aja, konon kalo aku naik prameks sore-sore pasti rame deh di sekitar stasiun, setelah beli makanan buat nonton, iya nonton kereta api..lucuu unyu-unyu deh kya anak kecil jadi inget masa-masa kecil yang grengek minta liat kereta api..katanya sih kereta api bagi anak kecil itu SESUATU banjeet dah  ;D
sambil liat-liat langit sore kebiruan, kereta mulai lalu lalang di awali Si ManJa lewaat disusul Bengawan terus kereta kebangsaan eh kebanggaan  PRAMEKS hyaaa tepuk tangaan :D

terus terus nih tiba-tiba uku ditanya "kalo kamu ditanya anak kecil kereta api itu apa, jawabnya gimana?", emm langsung aku jawab ya kereta api itu dek rajanya kendaraan kalo lewat kendaraan lain pasti berhenti solanya lajunya cepet. Dan TEGAS! tambahnya padaku, loh kok? iyaa tuh liat aja mantep, tegas kan?
hehe betul betul :D
serambi duduk-duduk menikmati sore yang membiru ini, terbersit satu hal yang terus mengusikku hingga saat ini. apa itu? kok jadi serius ya? to be continued :P

Comments

Popular posts from this blog

Day 8 Mengendalikan Diri

Happy Friday! Ah baru saja mencoba untuk konsisten nyatanya baru jalan beberapa hari sudah mulai menunda-nunda. Sedih? Iya lah, baru hal kecil seperti ini ibaratnya sesederhana menuangkan pikiran ke dalam tulisan saja nggak bisa istiqomah apalagi yang lainnya.*sambil sesenggukan dipojok. Bismillah selalu kembali mengingat motivasi dan niat awal untuk menulis rutin ketika mulai diserang prokastinasi. Kali ini aku mau bahas tentang pengendalian diri, termasuk menunda-nunda sesuatu adalah salah satu ketidakmampuan dalam mengendalikan diri. Ngga usah jauh-jauh aku sendiri masih tahap belajar mengendalikan diri, terutama mengendalikan pikiran dan perasaan agar bisa berimbang. Terlalu dominan perasaan berakibat kurang baik, begitu juga ketika kita terlalu mengedepankan logika tanpa adanya unsur perasaan. Memang harus seimbang, keduanya harus ada untuk saling melengkapi. Bagi perempuan, perasaan seringkali lebih mendominasi dalam pengambilan keputusan, baik yang berkaitan dengan diri sendi...

Nelangsa by Nidji

Bunga tunggal di karang Cantik tidak tergenggam Terpisah takdir dunia Sepertimu Hanya bisa kupandang Tidak dapat kusayang Mengharapkan jawaban Yang telah hilang Datang lagi ke hidupku Saat jauh-dekat Semuanya sama 'Ku selalu mencintaimu Sepertimu Hanya bisa kupandang 'Ku menanti dirimu Kembali ke pelukku Yang telah hilang Datang lagi ke hidupku Saat jauh-dekat Semuanya sama 'Ku selalu mencintaimu Saat jauh-dekat Semuanya sama Kau selalu dalam hatiku Tak ada yang berubah Walau bulan mentari hilang 'Ku tetap mencintaimu Dirimu...

Kopi, Lukisan dan Kenangan (Wira Nagara)

Lihat... Tepat setelah lampu-lampu dipadamkan Kau menyala sebagai satu-satunya yang ku rindukan Disini, Di tempat yang paling kau hindari Aku pernah berdiri Menggores kata menulis warna Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang Retak berserakan.. Tanpa kediaman Terkoyak sepi, melayang di antara pekat aroma kopi Dengar.. Tepat setelah jejak-jejak di langkahkan kau menyapa sebagai satu-satunya yang ku nantikan Disini, di peluk yang pernah kau nikmati Aku masih sendiri Mencari kehilangan, menemui perpisahan Pada letupan kenang yang memuat kekosongan Aku membicarakan senyummu di keindahan yang telah hilang Hancur berkeping, tersapu kesunyian, terinjak lara terlarut dalam pahit di seduh air mata Tunggu.. Santailah sejenak Karna tepat setelah meja-meja di tinggalkan Kedai ini menyesak sebagai satu-satunya keterangan Satu kisah yang pernah kita upayakan Beribu rencana yang pernah kita perjuangan, lenyap kau memutuskan b...