Skip to main content

plan for my life

senja.. di awal minggu ini, ya minggu ke empat bulan ke empat.
aku akan memulainya, membiasakan untuk melepas ehm bukan tapi mensubstitusi suatu pola yang boleh dibilang udah mengakar.hm
ya mulai minggu ini, insya Alloh bisa. seperti dalam mimpiku tadi malam akan ada saat yang tepat, saat dimana aku dan kamu ya..
mungkin di awal minggu ini, misalnya aja hari ini aku belum bisa mengganti pola itu. tapi ku yakin pasti bisa.
walau sulit di awal, berat mungkin.aku harus melakukan ini, kita maksudku.
harus. untuk masa sekarang dan ke depan yang lebih baik.
aku bisa mandiri, dulu aku sangat mandiri itu berarti bisa. aku harus keluar dari kotak nyaman ini, melihat dunia luar, berkecimpung dengan dunia luar yang akan membuatku banyak bersyukur tentunya.
ingat, mo. beberapa amanahmu di organisasi, adik-adikmu yang perlu kamu bimbing, dan tentunya amanah mulia dari orang tuamu. semua menantimu, bukan untuk stag di kotak nyaman itu,mo.
Ayolah!
Bahkan salah seorang temanku pun mengatakan aku berubah, insya Alloh teman, aku akan benar-benar berubah bahkan lebih baik dari yang kalian kira.bismillah.
aku akan berusaha, menjadi sosok yang lebih dewasa. aku yang mandiri, aku yang percaya diri, aku yang berani & kritis, aku yang inisiatif, aku yang tegas, aku yang disiplin, aku yang ceria,aku yang berpikir luas, aku yang selalu ingin belajar, haus akan pengetahuan dan ilmu.

segala goresan tinta baik hitam, putih ataupun berwarna, pelukis paling hebat hanyalah DIA, ALLAH SWT.

Comments

Popular posts from this blog

Day 8 Mengendalikan Diri

Happy Friday! Ah baru saja mencoba untuk konsisten nyatanya baru jalan beberapa hari sudah mulai menunda-nunda. Sedih? Iya lah, baru hal kecil seperti ini ibaratnya sesederhana menuangkan pikiran ke dalam tulisan saja nggak bisa istiqomah apalagi yang lainnya.*sambil sesenggukan dipojok. Bismillah selalu kembali mengingat motivasi dan niat awal untuk menulis rutin ketika mulai diserang prokastinasi. Kali ini aku mau bahas tentang pengendalian diri, termasuk menunda-nunda sesuatu adalah salah satu ketidakmampuan dalam mengendalikan diri. Ngga usah jauh-jauh aku sendiri masih tahap belajar mengendalikan diri, terutama mengendalikan pikiran dan perasaan agar bisa berimbang. Terlalu dominan perasaan berakibat kurang baik, begitu juga ketika kita terlalu mengedepankan logika tanpa adanya unsur perasaan. Memang harus seimbang, keduanya harus ada untuk saling melengkapi. Bagi perempuan, perasaan seringkali lebih mendominasi dalam pengambilan keputusan, baik yang berkaitan dengan diri sendi...

Nelangsa by Nidji

Bunga tunggal di karang Cantik tidak tergenggam Terpisah takdir dunia Sepertimu Hanya bisa kupandang Tidak dapat kusayang Mengharapkan jawaban Yang telah hilang Datang lagi ke hidupku Saat jauh-dekat Semuanya sama 'Ku selalu mencintaimu Sepertimu Hanya bisa kupandang 'Ku menanti dirimu Kembali ke pelukku Yang telah hilang Datang lagi ke hidupku Saat jauh-dekat Semuanya sama 'Ku selalu mencintaimu Saat jauh-dekat Semuanya sama Kau selalu dalam hatiku Tak ada yang berubah Walau bulan mentari hilang 'Ku tetap mencintaimu Dirimu...

Kopi, Lukisan dan Kenangan (Wira Nagara)

Lihat... Tepat setelah lampu-lampu dipadamkan Kau menyala sebagai satu-satunya yang ku rindukan Disini, Di tempat yang paling kau hindari Aku pernah berdiri Menggores kata menulis warna Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang Retak berserakan.. Tanpa kediaman Terkoyak sepi, melayang di antara pekat aroma kopi Dengar.. Tepat setelah jejak-jejak di langkahkan kau menyapa sebagai satu-satunya yang ku nantikan Disini, di peluk yang pernah kau nikmati Aku masih sendiri Mencari kehilangan, menemui perpisahan Pada letupan kenang yang memuat kekosongan Aku membicarakan senyummu di keindahan yang telah hilang Hancur berkeping, tersapu kesunyian, terinjak lara terlarut dalam pahit di seduh air mata Tunggu.. Santailah sejenak Karna tepat setelah meja-meja di tinggalkan Kedai ini menyesak sebagai satu-satunya keterangan Satu kisah yang pernah kita upayakan Beribu rencana yang pernah kita perjuangan, lenyap kau memutuskan b...