Skip to main content

(Day 19) I'm Back!

Long time no talk with you,

Sudah berjalan sepuluh hari lebih ternyata aku merasakan dunia yang sangat baru dan berbeda dalam hidupku, ketika doa satu persatu menemukan jawabnya, ketika keraguan mengharuskan mengambil sebuah keputusan dan ketika pilihan-pilhan yang muncul semakin banyak membuyarkan fokus tujuanku, ketika kepercayaan diri mulai tumbuh namun bersamaan dengan itu kekhawatiran akan masa depan datang menghampiri. Hidup ini seolah tak lepas dari lingkaran pilihan-pilihan, keputusan dan keberanian untuk menghadapi resiko. Aku sebagai individu yang sedang bertumbuh belum bisa seutuhnya menjadi dewasa dalam pengambilan keputusan. Rasa takut, khawatirm, cemas dan labil seringkali membayangi perjalananku. Menengok kekanan-kiri dan tak membuahkan hasil malah kian merumitkan. Kunci fokus pada tujuan nyatanya tidak semudah yang dikatakan motivator atau orang yang menasehati kita. Keyakinan itu sejatinya memang datang dari diri kita sendiri, orang lain di sekitar kita hanyalah sebagai faktor-faktor yang akan memberikan pengaruh entah itu sebagai pendukung atau justru sebagai pengacau. Diri kita sendirilah yang mampu menyaringnya, memilahnya. Aku yang sekarang dalam posisi seperti itu, muncul kekhawatiran-kekhawatiran yang sangat mengganggu fokusku pada tujuanku. Di hari ke 13 ini aku akan mere-set ulang tujuanku, meyakinkan diriku akan pilihanku sekarang ini, meminimalisir kecemasan dan kekhawatiran yang muncul. Tempo hari kakakku mengirimkan video tentang kekuatan doa, bagaimana ketika kita tidak memiliki apa-apa sungguh jangan berputus asa selama kita masih punya doa, memintalah kepada Allah. Teh Nuy namanya ia datang di saat yang tepat ketika aku sangat butuh untuk diyakinkan di jalan ini. Ya Allah, semoga Engkau meridhoi mimpi-mimpi hamba-Mu ini. Bantu aku Ya Allah mewujudkannya, yakinkan dan berikan aku kekuatan di jalan ini, berkahi setiap keputusan yang aku ambil Ya Allah karena hanya kepada Mu lah aku menyembah, beribadah dan hanya kepada-Mu lah aku meminta pertolongan. Tunjukkan jalan lurus-Mu Ya Allah.  



Comments

Popular posts from this blog

Day 8 Mengendalikan Diri

Happy Friday! Ah baru saja mencoba untuk konsisten nyatanya baru jalan beberapa hari sudah mulai menunda-nunda. Sedih? Iya lah, baru hal kecil seperti ini ibaratnya sesederhana menuangkan pikiran ke dalam tulisan saja nggak bisa istiqomah apalagi yang lainnya.*sambil sesenggukan dipojok. Bismillah selalu kembali mengingat motivasi dan niat awal untuk menulis rutin ketika mulai diserang prokastinasi. Kali ini aku mau bahas tentang pengendalian diri, termasuk menunda-nunda sesuatu adalah salah satu ketidakmampuan dalam mengendalikan diri. Ngga usah jauh-jauh aku sendiri masih tahap belajar mengendalikan diri, terutama mengendalikan pikiran dan perasaan agar bisa berimbang. Terlalu dominan perasaan berakibat kurang baik, begitu juga ketika kita terlalu mengedepankan logika tanpa adanya unsur perasaan. Memang harus seimbang, keduanya harus ada untuk saling melengkapi. Bagi perempuan, perasaan seringkali lebih mendominasi dalam pengambilan keputusan, baik yang berkaitan dengan diri sendi...

Nelangsa by Nidji

Bunga tunggal di karang Cantik tidak tergenggam Terpisah takdir dunia Sepertimu Hanya bisa kupandang Tidak dapat kusayang Mengharapkan jawaban Yang telah hilang Datang lagi ke hidupku Saat jauh-dekat Semuanya sama 'Ku selalu mencintaimu Sepertimu Hanya bisa kupandang 'Ku menanti dirimu Kembali ke pelukku Yang telah hilang Datang lagi ke hidupku Saat jauh-dekat Semuanya sama 'Ku selalu mencintaimu Saat jauh-dekat Semuanya sama Kau selalu dalam hatiku Tak ada yang berubah Walau bulan mentari hilang 'Ku tetap mencintaimu Dirimu...

Kopi, Lukisan dan Kenangan (Wira Nagara)

Lihat... Tepat setelah lampu-lampu dipadamkan Kau menyala sebagai satu-satunya yang ku rindukan Disini, Di tempat yang paling kau hindari Aku pernah berdiri Menggores kata menulis warna Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang Retak berserakan.. Tanpa kediaman Terkoyak sepi, melayang di antara pekat aroma kopi Dengar.. Tepat setelah jejak-jejak di langkahkan kau menyapa sebagai satu-satunya yang ku nantikan Disini, di peluk yang pernah kau nikmati Aku masih sendiri Mencari kehilangan, menemui perpisahan Pada letupan kenang yang memuat kekosongan Aku membicarakan senyummu di keindahan yang telah hilang Hancur berkeping, tersapu kesunyian, terinjak lara terlarut dalam pahit di seduh air mata Tunggu.. Santailah sejenak Karna tepat setelah meja-meja di tinggalkan Kedai ini menyesak sebagai satu-satunya keterangan Satu kisah yang pernah kita upayakan Beribu rencana yang pernah kita perjuangan, lenyap kau memutuskan b...