Ini tentang kesalahanku yang telah lalu, kesalahan yang buat aku kesal dengan diri sendiri dan juga pada orang yang tak bisa menjaga kepercayaanku. rasanya campur aduk, saking kesal sama oknum-oknum itu hingga aku memutus hubungan dengan orang-orang itu. Menurut aku orang macam mereka seperti tidak tahu terima kasih, tidak mengerti arti pertemanan, seenaknya nusuk dari belakang. over all dari kejadian seperti itu aku sangat pilih-pilih untuk berteman dan percaya dengan mereka. Ini pelajaran sangat berharga, yang kamu liat dan dengar belum tentu benar-benar seperti yang kamu lihat dan dengar. Sebagai calon psikolog, memang harusnya lebih bisa selektif untuk memilih teman, tetapi nyatanya saya masih "jatuh di lubang yang sama". Ini menandakan memang saya baru calon harus terus belajar tentang manusia dan peliknya menjadi manusia serta menjalin hubungan antarmanusia.
Happy Friday! Ah baru saja mencoba untuk konsisten nyatanya baru jalan beberapa hari sudah mulai menunda-nunda. Sedih? Iya lah, baru hal kecil seperti ini ibaratnya sesederhana menuangkan pikiran ke dalam tulisan saja nggak bisa istiqomah apalagi yang lainnya.*sambil sesenggukan dipojok. Bismillah selalu kembali mengingat motivasi dan niat awal untuk menulis rutin ketika mulai diserang prokastinasi. Kali ini aku mau bahas tentang pengendalian diri, termasuk menunda-nunda sesuatu adalah salah satu ketidakmampuan dalam mengendalikan diri. Ngga usah jauh-jauh aku sendiri masih tahap belajar mengendalikan diri, terutama mengendalikan pikiran dan perasaan agar bisa berimbang. Terlalu dominan perasaan berakibat kurang baik, begitu juga ketika kita terlalu mengedepankan logika tanpa adanya unsur perasaan. Memang harus seimbang, keduanya harus ada untuk saling melengkapi. Bagi perempuan, perasaan seringkali lebih mendominasi dalam pengambilan keputusan, baik yang berkaitan dengan diri sendi...
Comments
Post a Comment