saat ini dibandingkan dengan dua tahun atau awal masuk kuliah pastilah sangat berbeda mulai dari lingkungan dan tentu kehidupan pribadiku. Tak terasa memang tiga tahun berlalu cepat, saat dimana aku menjadi kakak yang seharusnya bisa diteladani adik-adikku, saat dimana mulai ku coret satu-persatu tulisan mimpi di dinding kamarku. Namun ada satu hal ketika semua itu terlewati, tanpa ku sadari begitu banyak nikmat yang tak terperi diberi oleh yang Maha Pemilik Seluruh Alam ini, Allah SWT. Tanpa kebersyukuran atas semua yang dicapai saat ini bukan hanya stres yang akan muncul, depresi ikut pula menggerogoti. Satu dua waktu berjalan aku memang mencapai apa yang aku inginkan dan ku usahakan, dan memang sudah seharusnya aku bertanggungjawab atas pencapaian itu. aku tidak ingin masuk dalam golongan munafik yang tidak sadar untuk bersyukur.
Happy Friday! Ah baru saja mencoba untuk konsisten nyatanya baru jalan beberapa hari sudah mulai menunda-nunda. Sedih? Iya lah, baru hal kecil seperti ini ibaratnya sesederhana menuangkan pikiran ke dalam tulisan saja nggak bisa istiqomah apalagi yang lainnya.*sambil sesenggukan dipojok. Bismillah selalu kembali mengingat motivasi dan niat awal untuk menulis rutin ketika mulai diserang prokastinasi. Kali ini aku mau bahas tentang pengendalian diri, termasuk menunda-nunda sesuatu adalah salah satu ketidakmampuan dalam mengendalikan diri. Ngga usah jauh-jauh aku sendiri masih tahap belajar mengendalikan diri, terutama mengendalikan pikiran dan perasaan agar bisa berimbang. Terlalu dominan perasaan berakibat kurang baik, begitu juga ketika kita terlalu mengedepankan logika tanpa adanya unsur perasaan. Memang harus seimbang, keduanya harus ada untuk saling melengkapi. Bagi perempuan, perasaan seringkali lebih mendominasi dalam pengambilan keputusan, baik yang berkaitan dengan diri sendi...
Comments
Post a Comment