Skip to main content

Posts

DAY 3

Surat Untuk Adik yang Baru Tersampaikan Empat Tahun Kemudian Beberapa waktu lalu ketika beberes blog, membersihkan debu-debu di antara tulisan lama, aku menemukan tulisan untuk seorang adik yang mendapatkan amanah baru sebagai ketua HIMAPSI periode 2014. Seorang adik yang aku begitu merasakan bagaimana proses before-after nya. Sekarang, ia masih menyelesaikan tugas akhir yang sebentar lagi akan mencapai garis finish, dengan melihat media sosial miliknya jadi tau kegiatannya yang seabrek dan bermanfaat itu, totalitasnya menjadi mahasiswa. Aku pun menghubunginya untuk menyampaikan tulisan lamaku itu sekalian menyapanya karena lama tak mengobrol panjang. Ya benar, ia yang sekarang dengan ia empat tahun yang lalu menjadi subjek tulisanku sungguh amat sangat berbeda dan Alhamdulillah perubahan yang terjadi positif untuknya dan sekitarnya. Rasanya antara senang dan campur haru bisa melihat bagaimana metamorfosis seseorang menuju kebaikan. Mendadak aku rindu dengan keluargaku di HIMAPSI,...

Day 2 (La la land)

LA LA LAND (Tentang menggapai impian dan realita cinta) Selamat hari Rabu diri sendiri! Yap, sebelum aku cerita banyak juga panjang tentang film yang aku tonton sendirian kemarin, aku mau berkabar nih kalau salah satu bentuk komitmen aku untuk membiasakan menulis adalah dengan challenge juga. Hahaha mair mair hidupmu penuh dengan challenge dan drama *eh. Sebenernya mau ikutan 30 writing days challenge yang dinisiasi sama salah satu dosenku mulai 1 Januari kemarin tetapi sudah sangat terlambat dan aku pun tak berdaya untuk melaju dengan kekuatan super *seperti biasanya dengan  jadi rare pokemon tuk mengejar ketertinggalanku sebanyak 17 hari itu, dan yasudah adakan saja sendiri, yang penting kan tujuannya dan kudu bisa istiqomah tentunya.  Dalam 30 hari kedepan, di blog ini akan bertaburan tulisan-tulisanku yang ala-kadarnya dan ala-mair tentunya. Baru sadar nulis dua halaman di hari pertama kemarin aku merasa seperti sedang bercerita kepada seseorang di hadapank...

Semu

Setelah menghilang entah Lalu kau datang begitulah Aku pun masih sama Jatuh, Aku terjatuh dalam angan yang kau semai melalui kata Kata yang membius, menerobos menara yang mulai kubangun sendiri Akupun sadar itu hanyalah sekumpulan kata yang tak nyata Hanya hidup dalam anganku semata Begitulah ketika aku, kau dan kata bertemu. Semu.

Day 1 (My Weird Challenge)

Hai diriku sendiri, tertanggal hari ini Selasa, 17 Januari 2017 aku akan membiasakan untuk menulis di blog ini tentang apapun, tidak terbatas dan tidak terkecuali. Kenapa sih pengen membiasakan nulis? Emang bisa komit ke diri sendiri? Jadi latar belakang dan yang semakin meyakinkan aku untuk menulis adalah… Diriku sendiri, Ada memang faktor eksternal yang mempengaruhi hal ini termasuk “petualangan’ ku kemarin Senin di Jogja. Pagi itu selepas semua urusan rumah beres aku mantap buat melaju dengan si putih, walaupun cuaca kurang mendukung tetep aja aku nekat berangkat. Satu hal yang aku harus sadari tentang diriku ini adalah kalo punya keinginan bisa nekat buat mewujudkannya, ehm tapi kok buat hal yang ‘satu’ itu nggak senekat hal-hal lain seperti ini ya?*tepok jidat. Oke memang harus banyak evaluasi diri dan berubah tentunya. Singkat cerita, aku berangkat dari rumah setengah delapan dan sampai di kota Pelajar itu dua jam kemudian. Seperti biasanya aku melewati jalur alternati...

setelah sekian lama, remember about you

Hujan... Dan playlist favorit menemaniku Aku menyebutnya "my time relapse" waktu dimana aku mengingatmu, ya hanya mengingatmu dan aku membatasinya karena aku tahu itu akan sangat mengganggumu. yang sedang dalam kesulitan. Kita hanya bisa berbicara dalam bahasa diam tuk sampaikan apa yang tak mungkin tersampaikan. Entah sampai kapan. Mungkin hingga tulisan-tulisanku tentangmu benar-benar tidak tersampaikan, suatu waktu ketika kesulitanmu menjadi mudah.

14 Januari-my time relapse

Suatu ketika tulisan-tulisan itu akan mereda lalu hilang terbawa oleh angin waktu, bersamamu dan setumpuk memori. Seperti bayangan sebagai penanda keberadaan seseorang namun kau tidak bisa menatap raganya, yang kau bisa hanya merasakan jika dia ada. Hanyalah bayangan yang akan menghilang, lalu berubah menjadi ruang gelap atau ruang bercahaya itu pilihanmu. Kau tidak bisa menyalahkan ataupun mengubah takdirmu sebagai bayangan. There's a reason for something happened in your life.

my hope

Menuju Usia 25 Dua bulan sebelum usiaku bertemu angka 25 Aku memiliki suatu harapan diantara sekian banyak harapanku yang lainnya Harapan yang aku sebut sebagai harapan terbatas waktu Dalam rentang waktu limapuluh tujuh hari ini… Aku berharap untuk dipertemukan dengan seseorang Siapapun itu, siapapun dia Orang yang baru ku kenal atau yang sudah lama mengenalku Ia yang bisa aku percaya dan membuatku nyaman Yang bersedia mendengarkan segala ceritaku Yang mau mendengarkan tanpa memberikan penilaian baik-buruk ataupun benar-salah Yang mau mendengarkan dan memahamiku Yang mau memberikan pengertiannya terhadap apapun yang kuceritakan nanti Yang mau meluangkan waktunya dan pikirannya untuk aku percayakan ceritaku padanya Yang mau memberikan ruang kosong untuk menyimpan segala ceritaku Yang mengakui keberadaanku ketika aku meluapkan segala rasa suka, sedih, harapan dan impianku Yang tidak mengharap lebih ketika aku menyatakan beberapa mauku tersebut Aku han...