Skip to main content

Posts

berbeda

ada hal berbeda akhir-akhir ini, atau mungkin hanya persepsiku karena sebenarnya sama saja. beberapa orang sudah mengetahui hal itu di saat yang berbeda ini yang harus ku perbuat? bodohkah aku? ketika bermodal yakin dengan menahan sakit yang bisa jadi meluap lagi. hanya bisa berharap semoga tidak lagi seperti itu, karena kita telah dewasa. *menuju 22

makan bareng

Lagi makan berdua sama citra terus ada calon pasangan (pacar) duduk persis di samping. Aduuh mas, keliatan bgt sih pdkt nya. Hahaha Gini ceritanya---Kamu beneran gak bawa jaket? | iya | yaudah pake jaket aku aja | gak usaah, gak ah | pake aja, kalo gak mau jaketnya aku tinggal. -,- seketika kita berdua kompakan ngakak bareng terus diem mendadak.. yang diamati akhirnya ngerasa juga dan kabuuur. *cerita sore ini bikin ngakak geli guling-guling :-D

28-12

sekarang bukan saatnya aku cemburu, apalagi cemburu buta. sekarang inilah saatnya ku buktikan seberapa kuat dan mandirinya aku. lelah jika mendengar apa yang diucapkan, aku tahu polanya. dan aku tidak ingin berpikir terlalu banyak untuk konten bicara itu. yang ku pikirkan sekarang adalah solusi masalah yang terjadi bukan mengeluh berkepanjangan yang buahnya tak pasti. aku bukan wanita lemah. aku bisa menjadi yang terbaik walau bukan untuk saat ini, aku memulai proses itu. TETAP KUAT TETAP SEMANGAT, Jadilah yang berbeda, hey Irma :-)

06.00

mencoba memahami bukan hanya mengerti mencoba acuh itu memang salah mengerti tanpa empati mengerti tanpa aksi mengalir mengalun waktu hingga menjadi misteri yang suatu saat berbuah elegi seorang diri tetap mengalir tapi itu bukan satu langkah pasti yang mungkin akan tetap mengganjal di hati satu dua waktu mungkin biasa saja tiga empat waktu akan menjadi pola sampai dengan lima waktu apakah akan ku biarkan saja? padahal logika menderu menyadari perih mungkin bisa saja ditutupi dengan sangat rapat tapi satu hal, aku bukanlah ahli mengakali diri dengan melihat orang lain sengsara sendiri aku bukan pula malaikat dengan kesucian hati tetap saja keraguan ini ada membentuk genderung emosi yang kapanpun bisa meledak sebelum itu terjadi tundukkanlah hati lakukan suatu hal walau itu menyakitkan daripada tidak sama sekali aku tak akan tahu bagaimana ini terjadi bila tidak ku mulai detik ini.

05-04-13

saat ini dibandingkan dengan dua tahun atau awal masuk kuliah pastilah sangat berbeda mulai dari lingkungan dan tentu kehidupan pribadiku. Tak terasa memang tiga tahun berlalu cepat, saat dimana aku menjadi kakak yang seharusnya bisa diteladani adik-adikku, saat dimana mulai ku coret satu-persatu tulisan mimpi di dinding kamarku. Namun ada satu hal ketika semua itu terlewati, tanpa ku sadari begitu banyak nikmat yang tak terperi diberi oleh yang Maha Pemilik Seluruh Alam ini, Allah SWT. Tanpa kebersyukuran atas semua yang dicapai saat ini bukan hanya stres yang akan muncul, depresi ikut pula menggerogoti. Satu dua waktu berjalan aku memang mencapai apa yang aku inginkan dan ku usahakan, dan memang sudah seharusnya aku bertanggungjawab atas pencapaian itu. aku tidak ingin masuk dalam golongan munafik yang tidak sadar untuk bersyukur.

Diamku

Diamku adalah harapan besar yang tak terucap Diamku pengertian segala rasa yang tak terungkap Diamku menelaah perjalanan kaki ini Diamku mencoba melakukan yang tak ku sukai Diamku berusaha mengerti akan suatu janji Diamku untuk membaca jalinan tali yang terkadang tak ku mengerti Diamku membuka wawasan menuju suatu yang lebih baik Diamku mungkin memunculkan tanya tak terjawab Diamku yang terus bergerak walau disebut 'diam' Diamku mengungkapkan ingin yang tak dapat kubagi Diamku membuat yang jauh makin jauh, yang dekat makin dekat Diamku seperti orang neurotik yang terus ingin tahu tanpa peduli dengan cemas yang menghinggapi Diamku terkadang tidak beralasan pasti Diamku ingin membuat orang bahagia tanpa tahu itu aku Diamku sejenak melepas penat dari duniawi ini Diamku doa yang terus terucap dari hati  Diamku mungkinkah hanya topeng sesaat? Diamku maukah kau bersahabat baik denganku? Diamku apakah kamu tahu sebenarnya aku? Diamku sakitkah k...

Ibu, doa dan perjuanganmu

Seusai senja sore kemarin, aku mengunjungi teman yg lama tak bercerita bersama. Awalnya memang untuk meminta transferan informasi rapat, but as we know bagaimana dan apa yang terjadi jika perempuan dalam satu tempat. Ini cerita tentang ibu dan kekuatan doa-doanya, cerita tentang pejuang wanita yang tak kan berhenti walau rapuh untuk selalu mencurahkan segala yang ibu punya untuk anak-anaknya. the real story begin.. seperti biasa aku butuh temen cerita kalau lagi kalut dan banyak pikiran, akhirnya tanpa basa-basi ku ceritakan bagaimana "aneh"nya dan tidak masuk akal apa yang terjadi dua hari ini, terutama kemarin. Segala sesuatu terjadi seperti bukan aku yang melakukan tapi ada kekuatan lain yang entah ku cari dengan logika sampai migrain bahkan vertigo pun tak akan ku temui jawabannya, yang ada aku hanya menerka dan mengambil makna dalam setiap peristiwa. Dan perjuangan sistem limbik di kepala ini berhenti pada satu nama "ibu", doa dan perjuangannya. Kamipun ber...